Tuesday, October 23, 2012

Manusia adalah Binatang yang Sempurna..


 

Manusia adalah Binatang yang Sempurna..

Manusia adalah Binatang yang Sempurna


Banyak sekali perbedaan prinsip antara manusia dengan binatang, selain fisik, manusia memiliki keunggulan akal. Manusia memiliki kreatifitas, inovatif dan konstruktif sedang binatang tidak. Binatang dengan otaknya berjalan dengan instingnya/bernaluri bersifat statis dalam arti dari dulu sampai sekarang binatang tidak berinovasi untuk berfikir atau belajar dan menangkap kebenaran laiknya manusia, dengan akal dan pikirannya untuk melaksanakan berbagai tugas kehidupan dari primitive menuju kehidupan beradab dan berbudaya.

Hak untuk hidup di dunia ada pada di 3 (tiga) makhluk ; Tumbuhan, Binatang dan Manusia. Terciptanya alam semesta beserta tumbuhan yang diikuti oleh binatang, baru kemudian manusia ada. Turunnya manusia ke Bumi setelah alam dilengkapi isinya (tumbuhan+binatang), kenapa sekarang kita seperti lupa (tidak peduli) pada mereka?

Keteragan
Manusia
Binatang
Tumbuhan
Kebutuhan Makan Minum
Sifat Sosial *

Berakal budi dan Beradab


Ambisi dan Inovasi **


Hidup di 2 Alam ***



* sifat sosial binatang lebih kepada saling melindungi (berkelompok) demi hidupnya sendiri, contoh: semut, dll.

** sifat ingin menguasai & selalu berubah-rubah untuk kepuasan diri.

*** hidup di Dunia (memelihara) & hidup di Akherat            (mempertanggungjawabkan)

Sebagai manusia kita wajib menjaga kelestarian hidup binatang dan tumbuhan, sebab tanpa mereka sebenarnya kita tidak bisa melanjutkan hidup di dunia, Renungkan sumbangsih binatang dan tumbuhan terhadap kebutuhan makan minum kita, sementara mereka tidak membutuhkan kita (andai seluruh manusia mati dimuka bumi ini, mereka pasti tetap hidup) tapi sebaliknya, bagaimana ?. 

Binatang juga tumbuhan bagi manusia sifatnya adalah untuk dimakan/konsumsi, dipelihara, saksi (akherat), obat, penghias, dll. Dan hanya tumbuhan yang memiliki sifat mutlak yakni, sebagai penyeimbang/penyumbang ekosistem alam ; oksigen, bagi hidup manusia dan binatang. 

Kalaupun ada binatang dan hewan yang mendatangi penyakit pada manusia, itu lebih karena ulah manusia sendiri.

KITA Tidak Pantas/perlu menganiaya apalagi membunuh untuk hal-hal tanpa manfaat pada binatang, membabat hutan dengan dalih buka lahan, karena dia tercipta memiliki Hak Hidup yang sama. 

Manusia sama saja dengan binatang
Selalu perlu makan
Namun caranya berbeda
Dalam memperoleh makanan
Binatang tak mempunyai akal dan pikiran
Segala cara halalkan demi perut kenyang
Binatang tak pernah tahu rasa belas kasihan
Padahal disekitarnya tertatih berjalan pincang….” (lagu Iwan Fals/Opiniku)

Mendengar cuplikan syair lagu  diatas, nampaknya Manusia dan Hewan tidak terpisahkan dalam arti, saling membutuhkan; manusia butuh makan dari daging hewan, hewan butuh manusia untuk kelestarian habitatnya (ekosistem/rantai makanan). Baik manusia dan binatang tidaklah bisa terputus/lepas dari tumbuhan, namun kini manusia berada digaris depan dalam kelestarian tumbuhan beserta isi alamnya. Kadangkala baik sifat/karakter Manusia seringkali mencerminkan sifat kebinatangan sementara Hewan banyak mengajarkan sifat kemulian pada manusia, kenapa bisa terjadi?. Kalau manusia lebih Mulia dari binatang itu hal yang sepantasnya, karena Manusia adalah Hewan yang Sempurna.

No comments:

Post a Comment