Thursday, June 21, 2012

Kiat Agar Usaha Lancar dan Berkembang


Kiat Agar Usaha Lancar dan Berkembang

Bagi para pengusaha  UKM, perencanaan keuangan merupakan salah satu hal penting untuk mencapai kesuksesan usaha. Membuat perencanaan keuangan dapat memperkecil resiko usaha. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan keuangan itu antara lain meliputi:
  1. Cash Flow Positif
  2. Dana Darurat / Emergency Fund
  3. Proteksi Pendapatan (Asuransi Jiwa)
  4. Proteksi Terhadap Tempat Usaha
  5. Dana Pensiun
  6. Diversifikasi Usaha
Pada kesempatan ini, saya mencoba membahas mengenai perencanaan keuangan nomor 1 tentang cash flow positif. Apa yang dimaksud cash flow positif? Kita semua tahu bahwa jika kita memulai dan menjalankan suatu usaha baik usaha skala besar, menengah maupun kecil yang terpikir di benak kita adalah mengenai nilai tambah / added value dari usaha tersebut.
Lalu bagaimana membuat nilai tambah dari suatu usaha? Nilai tambah ini bisa tercapai bila usaha tersebut berhasil mengatur cash flow / alur kas dari penerimaan dan pengeluaran usaha tersebut. Apabila alur penerimaan lebih besar dibandingkan dengan alur pengeluaran, maka cash flow tersebut adalah positif, begitu sebaliknya, apabila alur pegeluaran lebih besar dibandingkan dengan alur penerimaan, maka alur kas tersebut adalah negatif.

           Alur kas suatu usaha ibarat darah manusia yang tidak boleh berhenti apabila ingin terus hidup. Oleh karenanya alur kas ini harus dikelola baik dengan baik. Pengelolaan yang baik biasanya disertai dengan perencanaan usaha yang baik pula. Oleh sebab itu perencanaan arus kas di awal usaha itu sangat penting. Perencanaan arus kas yang baik lebih penting dibandingkan dengan perencanaan perkiraan keuntungan.

        Bila rencana usaha / business plan anda memperlihatkan perkiraan yang bagus, tetapi dalam pelaksanaannya di tengah jalan, Anda kehabisan Kas, maka Anda tidak akan pernah mencapai tujuan Anda. Jadi jelas, Kas adalah dalam pengertian krusial, lebih penting daripada Laba. Menurut Brian Finch dalam “How to write a business plan” usaha tidak pernah jatuh karena kehilangan uang; tapi mereka gagal karena kehabisan Kas untuk membayar tagihan.

      Sebagai contoh kegagalan ini terjadi ketika pada tahap awal usaha Anda memulai dengan Rp 10 juta dan Anda harus membayar ke pemasok sebesar Rp 1 juta tiap bulan. Anda berharap seorang pembeli akan membayar Anda Rp 12 juta pada bulan ke sepuluh. Artiya Anda mengharapkan keuntungan sebesar Rp 2 juta. Tetapi pembeli tidak akan membayar Anda sampai bulan ke dua belas. Anda masih menghasilkan laba yang sama tetapi kehabisan Kas untuk dua bulan lagi sehingga Anda mengalami kebangkrutan.

            Dari uraian di atas jelas bahwa alur kas positif akan memudahkan dalam menjalankan usaha dan dengan alur kas positif usaha Anda akan mengalami keuntungan setiap saat yang akhirnya usaha menjadi lancar dan nyaman. Untuk memudahkan Anda bisa meminta bantuan seorang perencana keuangan bersertifikat dalam merencanakan usha Anda.

      Berikut beberapa tips yang bisa membuat alur kas usaha Anda menjadi positif:
  1. Lebih bayak menjual Kas daripada menjual secara Kredit
Kita semua tahu bahwa menjual secara kas lebih banyak manfaatnya daripada kita menjual secara tempo atau kredit. Dengan menjual secara kas kita terhindar dari risiko piutang macet. Kalaupun menjual secara kredit harus diperhitungkan bunga bank dan waktunya, misalkan tidak lebih dari 30 hari.
  1. Meminta pembayaran ke pemasok lebih fleksibel.
Pembayaran yang fleksibel kepada pemasok itu juga sangat menguntungkan buat mengatur kas. Kita bisa meminta waktu pembayaran 45 hari sampai dengan 60 hari. Dengan meminta waktu pembayaran ke pemasok 45 hari dan kita menjual secara kredit 30  hari, maka kita masih mempunyai keuntungan 15 hari untuk memutar arus kas kita.
  1. Apabila kita membayar lebih awal ke pemasok, kita bisa meminta diskon tambahan.
Dalam kondisi yang serba cepat, biasanya pemasok meminta pembayaran lebih awal untuk mengatur arus kasnya. Apabila pemasok meminta pembayaran lebih awal dan ada diskon tambahan, maka kesempatan tersebut jangan disia-siakan.
  1. Jangan membeli barang dari satu pemasok.
Harus ada pembandingnya, minimum dua pemasok. Dengan membandingkan, kita bisa mengambil keuntungan dari pola pembayaran, misalkan bulan ini kita mengambil barang dari pemasok A untuk pembayaran 45 hari, bulan berikutnya kita mengambil barang dari pemasok B untuk pembayaran 45 hari juga, maka total pembayaran kita ke pemasok tersebut adalah 90 hari.
  1. Menjalin hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok.
Dengan menjalin hubungan yang baik dan intens, maka segala permasalahan bisa diselesaikan dengan baik pula, misalkan pelanggan suatu saat meminta dikirim barang lagi karena order tambahan, maka kita bisa meminta pemasok untuk mengirim lagi, meskipun barang yang sebelumnya belum kita bayar.
  1. Memantau piutang yang sudah jatuh tempo.
Dengan menggunakan perangkat lunak sistem akuntansi, maka kita bisa memantau umur piutang kita ke pelanggan dan hutang kita ke pemasok. Apabila piutang sudah ada yang jatuh tempo, maka kita bisa segera menagihnya. Dengan pemantauan yang baik, maka kas kita terhindar dari kekosongan.

Djerman Pratikno
Konselor Bisnis & Perencana Keuangan UKM
Mobile: 081 8131588
Email: pacira@cbn.net.id
Sumber: Peluang Usaha

No comments:

Post a Comment

Post a Comment