Saturday, June 23, 2012

Pembangunan 100 Unit SPBG Telan Dana Rp 1,5 Triliun


Pembangunan 100 Unit SPBG Telan 

Dana Rp 1,5 Triliun

Pembangunan 100 Unit SPBG Telan Dana Rp 1,5 Triliun

Selepas pembukaan keran tender konverter BBG kepada pihak swasta, pihak di luar instansi juga mulai ikut mendukung langkah konversi BBM ke BBG, seperti yang diukir PT Setindo Raya. Perusahaan gas alam terkompresi (CNG) itu berniat membangun 50 - 100 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di wilayah Jabodetabek hingga akhir tahun ini.

Namun, rencana itu masih menunggu keputusan pemerintah terhadap penyediaan lahan dan gas untuk pembangunan SPBG. 

"Secara teknis, kami sanggup membangun 50 - 100 SPBG di Jabodetabek dalam enam bulan ke depan. Yang jadi soal tinggal pasokan gas dan lahan. Semua itu tergantung pemerintah. Soal lahan, kebutuhannya tidak banyak, mungkin 500 meter per SPBG," urai Direktur Setindo Raya Erwin Wijaya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. 

Diharapkan, semakin banyak SPBG yang dibangun, maka semakin banyak pula pemilik kendaraan yang ingin beralih BBG. Soal biaya per SPBG, Asosiasi Perusahaan CNG Indonesia (APCNGI) pernah menginformasikan bahwa biaya pembangunan per unit SPBG CNG dengan tanah sewa sekitar Rp. 15 miliar. 

Dengan demikian, PT Setindo Raya membutuhkan setidaknya Rp. 1,5 triliun untuk membangun maksimal 100 SPBG CNG. Namun angka itu disebut masih lebih rendah dibandingkan membangun stasiun pengisian BBM. 

"SPBG CNG hanya menggunakan kompresor, sementara SPBU secara umum menggunakan pompa atau tangki tanam, yang lumayan mahal," katanya. 

Pemerintah sendiri punya rencana membangun sekitar 40 SPBG hingga akhir 2012, dengan posisi di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Sejauh ini sudah 13 SPBG yang beroperasi. (kpl/why/bun)

No comments:

Post a Comment